Senin, 03 Juni 2013

JEJAK SEPEDA DI BUMI CARIU, GOWES KOLOZAL CIKARANG MTB


Ada yg berbeda pada gowes kali ini, sabtu 1 Juni 2013. Hari ini seperti yg rutin diadakan oleh cikarang mtb pada tahun tahun sebelumnya, adalah gowes kolozal pertama untuk tahun ini, yg ke dua nanti akan diadakan di bulan november. Pagi buta om agung sudah menyapa dg ramah lewat whatapps kepada rekan rekan mentari lainnya menawarkan tumpangan menuju titik kumpul goweser cikarang mtb di aa bike. Bergegas kami berangkat menuju aa bike sekitar jm 05.30. Begitu tiba, sudah banyak anggota goweser cikarang mtb yg berkumpul, sambil bercengkrama ngalor ngidul. Muka muka lama alias para sesepuh cikarang mtb termasuk anggota Jacyco sebagai pelopor gowes daerah cikarang juga terlihat, sy gunakan sebagai ajang silaturahmi menyapa mereka setelah lama tidak ketemu. Tidak berapa lama, semakin banyak goweser berkumpul, 180 orang lebih kata om ratman, memecahkan rekor sebelumnya, kamipun semakin antusias, membayangkan serunya gowes dengan ratusan peserta. Cukup lama dan sedikit terlambat, empat bis yg kami tunggu akhirnya datang juga. Tidak menunggu lama, bis segera berangkat diikuti truk pengangkut sepeda yg sudah diloading malam sebelumnya. Khusus kami anggota mentari69 agak jarang gowes dengan diloading terlebih dahulu apalagi jarak Cariu yg tidak terlalu jauh, tapi mengingat jumlah peserta yg begitu banyak dengan berbagai tingkat kemampuan dan stamina, tidak memungkinkan untuk gowes langsung dari cikarang. Tanjakan 7seven yg terkenal tajam membuat bis yg kami tumpangi kesulitan melewatinya, menimbulkan sedikit rasa ngeri kami yg di dalammya, kuatir bis tidak sanggup mendakinya. Cukup lama di bis akhirnya sampai juga ke titik awal gowes kolozal kali ini, sebuah tempat peristirahatan di curug ciherang yg sejuk dengan perbukitan menghijau di sisinya. Setelah merakit sepeda , dilanjutkan pengarahan panitia dan doa bersama, sekitar jam 11.30 serentak kami mulai menggenjot pedal masing masing seakan tidak sabar melibas trek di depan.
Menjelang start & turunan panjang setelah hutan pinus
 
Foto bersama sebelum start
Turunan curam jalan aspal langsung menyambut dan terdengar suara suara kegembiraan para goweser melintasi turunan sembari menikmati suasana hutan pinus di kiri kanan jalan melengkapi keindahan alam catang malang. Namun tidak berapa lama, tanjakan sadis sudah menanti, mulai memanaskan dengkul ratusan goweser. Di sini mulai terlihat mana goweser pemula (alias newbie) dan senior. Ada yg dengan ekspresi wajah gembira melibas tanjakan tanpa kesulitan bahkan masih sempat-sempatnya memberi semangat untuk yang lain, namun tidak sedikit yg terengah engah dengan mimik serius cenderung “menderita” J. Sekitar 2KM dari titik start, kami mulai memasuki jalur non aspal alias makadam dengan bebatuan kecil sebagai permukaan jalan, namun jalanan kembali miring ke bawah alias turunan bahkan cukup miring hingga tunggangan melaju dengan sangat cepat. Kami segera batasi saja kecepatan sepeda menghindari bahaya resiko terjatuh. Di turunan ini, pemandangan semakin indah, memaksa beberapa dari kami bernarsis ria seperti biasa.
                                            View sebelum Villa       
                                                                        Bonus turunan
Kata panitia, pemandangan di depan bakalan lebih indah lagi, kamipun semakin penasaran. Jalan makadam segera berganti jalan tanah kering menanjak, cukup menguji kekuatan dengkul dan sedikit skill teknikal bersepeda. Setelah sekitar 7KM dari titik start, tibalah kami di peristirahatan untuk makan siang, sebuah Villa yg sempurna untuk tempat makan siang. Inilah tempat yg dimaksud oleh panitia yg membuat kami penasaran, dan mereka memang tidak salah. Sebuah Villa besar dengan lapangan rumput hijau dan tebal di sampingnya tempat kami menaruh sepeda dan melihat-lihat sekelilingnya. Gunung batu di timur terlihat sempurna saat langit yg biru dan bersih memayunginya. Di sebelahnya terdapat pegunungan yg lain yg tidak kalah indahnya. Di sisi lapangan adalah hamparan perbukitan teh melandai tampak menggoda. Awan tipis seputih kapas bergerak perlahan seakan melengkapi sempurnanya keindahan di hadapan kami. Hampir semua orang tertegun termasuk saya, yg cukup lama menatap keindahan yg ada, mengagumi ciptaan yg di Atas. Satu hal yg tidak terlewatkan adalah acara ber narsis ria buat kenangan gowes untuk diabadikan, entah lewat facebook, blog pribadi, atau media pembuktian yg lain termasuk milis Cikarang MTB tentunya, karena belum tentu ke depannya kami bisa mampir ke tempat ini lagi. Tempat seperti ini tentunya tidak banyak orang yg tahu mengingat sulitnya kendaraan bermotor mencapai tempat ini apalagi di musim penghujan. Inilah salah satu sisi menariknya acara gowes, mendapati tempat-tempat eksotis yg tidak biasa dikunjungi orang. Benar seperti pepatah, keindahan banyak kita temukan setelah melalui saat-saat yg sulit. Karena petualangan bersepeda bisa diibaratkan perjalanan hidup kita sehari-hari, penuh rintangan dan jalan terjal, namun sekali kita berhasil melaluinya, dibaliknya akan banyak tersembunyi keindahan.

                                                                 Tanjakan nan panjang
Kembali ke Villa, setelah makan siang dan acara puncak foto keluarga besar Cikarang MTB, panitia mengingatkan kembali untuk melanjutkan perjalanan. Tidak lupa kami dari anggota Mentari69 berlima (saya, Om Agung, om Edi, Om Wawan, dan Om Ferri) tidak mau kalah membuat foto keluarga dengan spanduk kebanggan Mentari69. Bangga karena bisa mewakili anggota yg lain.
View seputar Villa
Foto keluarga besar cikarang MTB
Selepas Villa, trek yg dilewati hampir sebagian besar jalan berbatu hinggap beberapa kilometer menjelang finish. Disinilah semua aspek kemampuan yg ada pada setiap goweser diuji, bukan hanya stamina alias kekuatan dengkul, namun juga skill untuk menaklukkan tanjakan maupun turunan teknikal, dan yg terpenting adalah nyali. Saya sebut nyali karena kondisi trek yg amat membahayakan dan sangat mudah menjatuhkan para goweser membuat ciut nyali. Dengan permukaan bebatuan kasar, masih harus dengan posisi yg amat miring yg membuta trek jadi berbahaya. Terbukti dengan banyaknya goweser yg terjatuh (dipaksa jatuh) maupun bocor ban akibat snake bite dengan banyaknya batu runcing sepanjang trek. Bahkan ada satu peserta yg sampai patah tangan karena terjatuh (semoga diberi kesembuhan yg cepat dan segera bisa gowes kembali). Di trek ini rasa malu karena harus TTB (tun tun bike) sudah tidak dihiraukan lagi, rasanya tidak ada goweser yg lulus tanpa TTB. Saya sendiri untuk di lokasi-lokasi tertentu baik turunan ataupun tanjakan, beberapa kali terpaksa TTB, keselamatan yg utama, mengingat masih banyak trek menunggu untuk dijelajahi. Beruntung sepanjang trek menyiksa ini kami masih saja disuguhi pemandangan menarik, sedikit menguatkan mental kami. Mengingat hari sudah sore dan saya tidak membawa lampu, segera saya tingkatkan kecepatan untuk secepatnya sampai tujuan. Feeling saya berkata kalau harus menunggu bis untuk pulang dengan begitu banyak peserta, bisa dipastikan akan terlambat sampai di rumah, bahkan mungkin hingga tengah malam. Mengingat minggu sebelumnya sudah pulang tengah malam dan mempertimbangkan kelanjutan SIM ke depannya, saya harus tiba di rumah lebih cepat. Jam 17.30 saya tiba di Masjid Hijau Cariu bersama rombongan terdepan, segera setelah pamitan ke Om Edi, sendiri saya genjot sepeda ke arah Jonggol. Perhitungan saya tidak lama lagi akan tiba di Jonggol ternyata meleset. Kali ini saya salah perhitungan mengira tinggal jalanan datar, padahal masih banyak tanjakan panjang yg harus dilalui. Dengan sisa-sisa tenaga yg ada, akhirnya jam 20.00 saya tiba dengan selamat di rumah, dengan disertai panas luar biasa di bagian dengkul, dada, maupun bokong, ditambah nyeri akut di sana-sini, lengkap sudah “penderitaan” kali ini. Feeling saya ternyata benar, rekan-rekan yg ikut bis baru tiba jam 23.00 an. Keputusan yg tepat meskipun berat.  Namun melihat kembali foto-foto hasil narsis sepanjang jalan, terbayar lunas semua penderitaan dengan pengalaman yg tidak akan pernah terlupakan. Terima kasih buat rekan-rekan panitia Cikarang MTB yg telah bekerja keras mulai mencari trek hingga tuntasnya acara goews kolozal. Sampai jumpa kembali di gowes kolozal berikutnya.   
trek sadis
menjelang finish
sunset menjelang finish  
trek perjalanan

6 komentar: